Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Da Silva Oliveira, Madalena
Laila Vifta, Rissa
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-21 04:10:35
Abstract :
Latar Belakang : Mikroba dapat menyebabkan infeksi antara lain bakteri Staphylococcus aureus.
Salah satu tanaman yang digunakan sebagai bahan obat yaitu bunga rosella. Bunga rosella terdapat
kandungan metabolit sekunder yang mampu menghambat bakteri, yaitu senyawa flavonoid, tanin, dan
saponin dan alkoloid.
Tujuan : Untuk mengetahui dan mengkaji aktivitas antibakteri dan senyawa metabolit sekunder pada
bunga rosella (Hibicus sabdariffa L.) yang bekerja sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus
aureus
Metode : Jenis penelitian adalah meta analisis dengan metode studi literature, menggunakan 5 jurnal
penelitian sebagai sumber data yang akan digunakan dalam penyusunan hasil.
Hasil : Berdasarkan studi literatur yang dilakukan Bunga Rosella memiliki aktivitas antibakteri
terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat terbesar 24,23 mm pada metode cakram
dan 22 mm pada metode sumuran. Kandungan senyawa metabolit sekunder bunga rosella yang diuji
dengan skrining fitokimia mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, Uji HPLC mengandung
flavonoid khususnya quercetin, Uji VLC dan KLT preparatif mengandung senyawa turunan benzofuran
yang merupakan flavonoid sedangkan pada artikel kelima tidak diketahui uji senyawa metabolit
sekundernya.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji aktivitas antibakteri, ekstrak bunga rosella memiliki kemampuan
menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan menghasilkan senyawa flavonoid
terutama quercetin dan benzofuran yang berperan sebagai antibakteri selain itu menghasilkan senyawa
flavonoid, tanin dan saponin.
Kata kunci : Bunga Rosella, Antibakteri, Metode Cakram, Metode Sumuran