Abstract :
Latar belakang : Waktu tunggu adalah masalah yang masih sering di jumpai
pada pelayanan kesehatan, yang salah satunya bisa berpengaruh terhadap tingkat
kepuasan pasien, dengan standar untuk obat racikan ? 30 menit, sementara untuk
obat racikan ? 60 menit, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui waktu tunggu serta faktor apa saja yang mempengaruhi pelayanan
resep obat racikan dan non racikan.
Metode : Penelitian dilakukan di IFRS Dr. R. Soedjono Selong menggunakan
metode penelitian Observasi deskriptif dengan pendekatan Cross sectional dengan
pengambilan data secara Prosfektif. Teknik sampling yang digunakan purposive
sampling. Analisis data menggunakan Rumus rata-rata (Mean) yaitu X = ? X / N.
Hasil : Rata-rata waktu tunggu pelayanan resep non racikan sebanyak 18,89 menit
sedangan untuk racikan sebanyak 40,24 menit. Faktor yang mempengaruhi di
antaranya jumlah obat yang diresepkan, ketersediaan obat, alur pelayanan resep
obat, untuk racikan 73 resep memenuhi standar (97,33%), 2 resep tidak sesuai
standar (2,67%), sedangkan untuk non racikan 75 resep sesuai standar (91,50%), 7
resep tidak sesuai standar (8,50%).
Kesimpulan : Dilihat dari hasil rata-rata, waktu tunggu telah memenuhi standar
pelayanan, namun bila di lihat dari tiap pelayanan resep masih ada beberapa yang
belum memenuhi standar pelayanan, di karenakan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi, diantaranya adalah jumlah obat yang diresepkan, ketersediaan obat
dan alur pelayanan resep obat.
Saran : Menyediakan fasilitas dan sistem yang memadai untuk pemanggilan
pengambilan obat pasien dan jika terjadi kekosongan obat baiknya di antisipasi
dengan meminjam ke rumah sakit terdekat ataupun di ganti dengan obat yang
golongan atau isinya sama.
Kata Kunci : Waktu tunggu, Resep obat, Pelayanan IFRS