Abstract :
Latar Belakang : Amoksisilin adalah salah satu antibiotik yang banyak
digunakan dan terdapat dalam bentuk sediaan farmasi maupun dalam beberapa
sampel lainnya yang ada dijurnal. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan
studi linteratur tentang validasi dan penggunaan metode Spektrofotometri dan
KCKT untuk menetapkan kadar amoksisilin dalam berbagai jenis sampel.
Metode : Penelitian dilakukan dengan metode kajian artikel menggunakan artikel
acuan yang terdiri dari satu artikel yang terakreditasi SINTA, satu artikel nasional
dan tiga artikel internasional.
Hasil : Pada sampel pertama dengan metode spektrofotometri UV-Vis hanya
pengujian linearitas yang memenuhi persyaratan validitas sedangkan uji
akurasinya tidak memenuhi. Pada 4 sampel lainnya dengan metode KCKT secara
keseluruhan rata-rata hasilnya memenuhi persyaratan validitas. Sampel pertama
amoksisilin dalam suspensi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis
dengan hasil kadar rentang 82,86% - 84,19% tidak ada memenuhi syarat FI V
th.2014 amoksisilin suspensi mengandung ? 90% dan ?120. Sampel kedua residu
amoksisilin didalam daging ayam menggunakan metode KCKT dengan hasil
kadar 0% sehingga memenuhi syarat ketetapan SNI No.01-6366-2000 yaitu 0,01
µg/mL. Sampel ketiga yaitu 1,67% dan 3,88% dan kelima yaitu 0,000936%
amoksisilin dalam plasma darah menggunakan metode KCKT.
Kesimpulan : Metode identifikasi dan penentuan kadar amoksisilin menggunakan
spektrofotometri tidak memenuhi syarat, sedangkan KCKT memenuhi syarat.
Hasil kadar sampel suspensi amoksisilin tidak memenuhi persyaratan, hasil kadar
sampel residu amoksisilin pada daging ayam memenuhi persyaratan, hasil kadar
plasma darah sampel ketiga yaitu 1,67% dan 3,88%, dan sampel kelima yaitu
0,000936%.
Kata Kunci : Amoksisilin, Validasi, Kadar, Spektrofotometri UV-Vis, KCKT