Abstract :
Latar belakang : Alga coklat genus Sargassum mengandung senyawa fenolik, klorofil
dan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang paling efektif. Penarikan
senyawa aktif dari bahan alam dipengaruhi oleh sifat kepolaran suatu pelarut. Pada
penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pelarut terhadap aktivitas
antioksidan dan senyawa metabolit sekunder pada genus (Sargassum) dengan metode
DPPH
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode review jurnal menggunakan data
sekunder dari 4 artikel nasional dan 1 artikel internasional. Pelarut yang digunakan
yaitu etanol dan metanol (polar), etil asetat (semi polar) dan n-heksan (non polar).
Hasil penelitian :Aktivitas antioksidan (Sargassum) pada pelarut etil asetat yaitu IC50
= 68,89 mg/L, methanol = 69,27 mg/L, etanol = 239,51 mg/L dan n-heksan = 148,16
mg/L. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan
adalah senyawa fenolik sebesar 1.348,18 ± 2.57 mg GAE/g, klorofil sebesar 2,84 mg/g
dan karotenoid sebesar 2,69 µmol/g.
Kesimpulan : Variasi pelarut memberikan pengaruh terhadap aktivitas antioksidan.
Pada ekstrak alga coklat genus sargassum pelarut etanol/methanol dan etil asetat
memiliki aktivitas antioksidan dengan katagori yang kuat dan pelarut n-heksan
termasuk dalam katagori lemah. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang
memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa fenol, klorofil dan karotenoid.
Kata kunci : Sargassum, Antioksidan, Pelarut, Fenol, Klorofil, Karotenoi