Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Jamaludin Rabbani, Hafizh
Resti Erwiyani, Agitya
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-22 02:12:54
Abstract :
Latar Belakang: Radikal bebas merupakan senyawa yang memiliki elektron tidak
berpasangan dalam orbital terluarnya, relatif tidak stabil dan dapat menimbulkan berbagai
penyakit. Penggunaan antioksidan dapat menghambat kerusakan akibat oksidasi dari radikal
bebas. Antioksidan alami dapat ditemukan dalam kulit buah pisang yang memiliki fosfor,
besi, vitamin B dan C. Limbah kulit pisang hanya dibuang atau digunakan sebagai makanan
ternak. Kulit pisang yang cukup banyak dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan varietas kulit pisang terhadap aktivitas
antioksidan.
Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode review artikel, menggunakan lima
sumber artikel dengan 4 jurnal nasional dan 1 jurnal internasional yang terakreditasi.
Hasil: Varietas kulit pisang raja, pisang ambon, pisang uli dan pisang kepok mengandung
metabolit sekunder flavonoid. Ekstrak kulit buah pisang raja pelarut metanol memiliki
aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 46,82 mg/mL, pada ekstrak kulit buah pisang kepok
memiliki aktivitas antioksidan pelarut etanol 98% dengan nilai IC50 122,7 mg/mL sedangkan
nilai IC50 ekstrak kulit pisang ambon 121,34 mg/mL yang menggunakan etanol sebagai
pelarutnya, ekstrak pisang uli dengan pelarut air mendapatkan nilai IC50 terkecil sebesar
225,43. Aktivitas paling tinggi di dapatkan kulit pisang raja dengan pelarut metanol.
Simpulan: Perbedaan varietas ekstrak kulit pisang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Kulit
buah pisang raja (Musa Paradisiaca sapientum) memiliki kandungan antioksidan yang lebih
tinggi dibandingkan varietas kulit pisang lainya dengan nilai IC50 terendah.
Kata kunci: Kulit pisang, metabolit sekunder, antioksidan
Kepustakaan : 55 (2002 ? 2020)