Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: ISPA merupakan penyakit saluran pernafasan atas atau bawah
yang dapat disebabkan oleh beberapa agent virus, bakteri, riketsia dan faktor lain
yaitu lingkungan dan penjamu disekitar. ISPA dapat menyerang beberapa bagian
tubuh salah satunya mulai dari saluran atas (hidung) hingga ke saluran bawah
(alveoli). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan obat
ISPA di Apotek Waras Wiris.
Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan
pengambilan data secara retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder yang
diperoleh dari lembar resep pasien ISPA di Apotek Waras Wiris.
Hasil Penelitian: Berdasarkan jenis kelamin perempuan yang paling banyak
menderita ISPA 50,8%, rentan usia 46 ? 55 tahun kategori lansia awal yaitu
34,4%. Berdasarkan terapi utama (Antibiotik) penggunaan yang paling banyak
yaitu Kotrimoksazol yaitu 72.1%. Berdasarkan terapi supportif dengan golongan
analgesik-antipiretik yang paling banyak Paracetamol yaitu 73,8%, golongan
antihistamin yang paling banyak Clorpheniramin maleat yaitu 77,0%, golongan
bronkodilator yang paling banyak Salbutamol yaitu 4,9%, golongan ekspektoran
yang paling banyak Glyceryl Guaiacolate (GG) yaitu 83,6%, golongan
kortikosteroid yang paling banyak Dexamethasone yaitu 37,7% dan golongan
vitamin yang paling banyak Vitamin B Complex yaitu 73,8%
Kesimpulan: Peresepan obat ISPA di Apotek Waras Wiris terdapat dua terapi
yaitu terapi antibiotik lini pertama yaitu kotrimoksazol, kemudian untuk terapi
supportifnya dapat diberikan berdasarkan gejala yang dialami pasien.
Kata kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Terapi Antibiotik, Terapi Supportif,
Apotek.
Literature : 54 (2005-2021)