Abstract :
Latar belakang: Penyakit infeksi adalah penyakit menular yang disebabkan oleh
agen biologi seperti, bakteri, virus dan parasit. Tanaman yang dapat digunakan
sebagai alternatif lain untuk terapi non obat salah satunya adalah daun kemangi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas antibakteri dari berbagai varietas
daun kemangi (Ocymum species) dan untuk mengkaji kandungan senyawa yang
berperan sebagai antibakteri pada berbagai varietas daun kemangi (Ocymum
species).
Metode: Penelitian ini menggunakan studi literatur tentang aktivitas antibakteri
ekstrak daun kemangi. Artikel yang digunakan sebanyak 5 jurnal, terdiri dari
jurnal internasional terakreditasi Scimago dan nasional terakreditasi SINTA
maksimal 10 tahun terakhir.
Hasil: Ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri berdasarkan diameter
zona hambat dan zona bunuh. Aktivitas antibakteri sangat kuat terdapat pada
bakteri Staphylococcus epidermidis dengan diameter zona hambat 20,1 mm.
Aktivitas antibakteri kuat pada bakteri Staphylococcus aureus, Enterococcus
faecalis, E. coli, Klebsiella sp. dan Proteus sp. dengan diameter zona hambat
11,1-18,1mm. Ekstrak daun kemangi juga memiliki aktivitas membunuh bakteri
dengan kriteria sedang pada bakteri Enterococcus faecalis dengan diameter zona
bunuh 5,885-6,247mm dan kategori lemah pada bakteri Enterococcus faecalis
dengan diameter zona bunuh 3,594-4,194mm.
Simpulan: Ekstrak daun kemangi (Ocymum species) memiliki kemampuan sangat
kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis,
kemampuan kuat untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus,
Enterococcus faecalis, E. coli, Klebsiella sp., Proteus sp. dan kemampuan sedang
pada bakteri Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis. Ekstrak daun
kemangi mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas
sebagai antibakteri.
Kata kunci: Daun kemangi (Ocymum species), senyawa metabolit, zona hambat,
antibakteri.