DETAIL DOCUMENT
PENGARUH METODE DAN PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP MUTU EKSTRAK DAUN KARIKA (Carica pubescens L.)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
SOARES, NOBERTO
Putri Luhurningtyas, Fania
Laila Vifta, Rissa
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2021-10-22 02:45:17 
Abstract :
Latar Belakang : Daun Carica pubescens L. berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat, maka mutu, keamanan dan kemanfaatan harus ditingkatkan melalui penelitian dan pengembangan. Efektivitas ekstraksi sangat bergantung pada kondisi-kondisi percobaan yang digunakan seperti waktu ekstraksi, sampel-pelarut, dan jenis. Cara ekstraksi sangat mempengaruhi konsentrasi atau hilangnya efek terapi dari simplisia karena beberapa simplisia bersifat relatif stabil dan juga dapat terurai tergantung dari cara ekstraksi yang digunakan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi dan variasi pelarut terhadap mutu ekstrak daun karika meliputi rendemen, kadar air, kadar sari larut etanol dan kadar sari larut air. Metode : Desain penelitian yang dilakukan adalah eksperimental dengan analisis secara deskriptif. Daun karika yang telah menjadi serbuk kemud ian di ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dan metode refluks dengan variasi pelarut etanol 70% dan 96%. Hasil rendemen, penetapan kadar air, kadar sari larut air dan etanol kemudian di analisa dan disajikan dalam bentuk deskripsi tabel. Hasil : Metode maserasi daun Karika (Carica pubescens L.) menghasilkan rendeman sebesar 26.133% (70%) dan 9,2908% (96%). Metode refluks menghasilkan rendeman 25.4134% (70%) dan 21.5816% (96%). Pada metode maserasi daun Karika diperoleh nilai kadar air yaitu 7.927% (70%) dan 8.077% (96%) sedangkan nilai kadar air pada metode refluks diperoleh nilai kadar air 9.005% (70%) dan 7.940% (96%). Pada metode maserasi diperoleh nilai kadar sari larut air yaitu 1.600% (70%) dan 10.100% (96%) sedangkan nilai kadar sari larut air pada metode refluks adalah 13.380% (70%) dan 55.840% (96%). Dari hasil penelitian diperoleh nilai kadar sari larut etanol pada metode maserasi yaitu 8,51% (70%) dan 7,9% (96%). Sedangkan pada metode refluks hasil kadar sari larut etanol diperoleh 9,19% (70%) dan 10,9% (96%). Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan metode ekstraksi dengan variasi pelarut mempengaruhi nilai rendeman ekstrak, nilai kadar air, nilai kadar sari larut air dan nilai kadar sari larut etanol ekstrak daun karika. Kata kunci : Karika, ekstraksi, mutu ekstrak 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo