Abstract :
ABSTRAK
Latar Belakang: Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang digunakan secara turun
temurun. Salah satu jenis jamu yang banyak ditambahkan BKO adalah jamu pegal linu dan
jamu obat kuat. Salah satu bahan kimia obat yang ditambahkan dalam jamu adalah
fenilbutazon yang digunakan sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
adanya kandungan fenilbutazon didalam jamu di beberapa daerah.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode kajian artikel menggunakan lima artikel
terdiri dari artikel internasional dan nasional yang berkaitan dengan analisis bahan kimia
obat yang mengandung fenilbutazon.
Hasil: Identifikasi BKO menunjukan 5 dari 30 sampel jamu yang beredar di daerah Malang
positif mengandung fenilbutazon, Gorontalo terdapat 4 dari 6 sampel jamu positif
mengandung fenilbutazon, Surabaya terdapat semua sampel jamu obat kuat negatif
mengandung fenilbutazon, Malang terdapat 5 dari 30 sampel jamu positif mengandung
fenilbutazon dengan kadar yaitu 9,51%; 10,61%; 62,88%; 42,88%; dan 24,92% dan
Cibubur, Jakarta Timur terdapat 3 dari 5 sampel jamu positif mengandung fenilbutazon
dengan kadar yaitu 3,36% (33,55 mg/1 g); 6,78% (474,77 mg/7 g); dan 7,24% (507,50
mg/7 g).
Simpulan: Berdasarkan hasil kajian artikel dari semua artikel yang dikaji, bahwa terdapat
4 daerah asal sampel jamu positif mengandung BKO fenilbutazon yaitu Malang, Gorontalo,
Malang dan Cibubur, Jakarta Timur dengan kadar 3,36% - 62,88%.
Kata Kunci: Jamu , Fenilbutazon, Spektrofotometri Uv-Vis