DETAIL DOCUMENT
KAJIAN ANALISIS MERKURI DALAM SEDIAAN KOSMETIK YANG BEREDAR DI PASARAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Floriana Nenusiu, Maria
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2021-10-25 02:28:06 
Abstract :
Sediaan kosmetik yang beredar dipasaran mengandung merkuri digunakan sebagai bahan pemucat warna kulit. Daya pemutih pada merkuri sangat kuat, bahkan dalam kadar yang kecil dapat menimbulkan perubahan warna kulit yang dapat menyebabkan bintik - bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit. Pemakaian dalam kadar tinggi dapat menyebabkan gangguan pada otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin. Tujuan penelitian ini mengevaluasi kandungan, kadar dan metode pengujian merkuri dalam sediaan kosmetik yang beredar di pasaran Metode : Penelitian ini menggunakan metode review artikel dengan menggunakan 5 jurnal yang terdiri dari 1 jurnal internasional yang terakreditasi Scimago dan 4 jurnal nasional yang terakreditasi SINTA dalam kurun waktu 10 tahun. Hasil : Berdasarkan review dari 5 artikel diperoleh sebanyak 41 sampel kosmetik jenis krim pemutih dan 22 sampel bedak whitenning dianalisis menggunakan 2 metode yaitu kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menggunakan reaksi pengendapan, sedangkan dianalisis kuantitatif menggunakan beberapa metode seperti Cold Vapour Atomic Absorption Spektroometry (CV-AAS), Flame Atomic Absoprtion Spektrometry (FAAS), Mercury analyzer, Spektrometri Serapan Atom beserta alat tambahan Mercury Vaporizer Unit (MVU-AAS), dan Spektrometri Serapan Atom. Hasil review menunjukkan sebanyak 45 sampel positif mengandung merkuri, dengan kadar tertinggi sebesar 35.824 ppm terdapat pada sampel kosmetik jenis krim pemutih. Batas kadar merkuri dalam kosmetik yang dipersyaratkan tidak lebih dari 1 mg/kg (ppm) atau 1 mg/L (1 bpj) atau 1000 µg/Kg. Kesimpulan : Hasil identifikasi 63 sampel kosmetik yang beredar dipasaran menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan beberapa metode ditemukan sebanyak 11 sampel mengandung merkuri dengan kadar tertinggi sebesar 36000 ppm melebihi standar yang ditetapkan pemerintah. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo