Abstract :
INTISARI
Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang,
oleh karena itu diperlukan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan untuk
mengontrol tekanan darah dan mencegah terjadinya risiko komplikasi. Puskesmas
Buntok adalah salah satu pusat kesehatan masyarakat yang ada di Buntok dengan
jumlah pasien hipertensi tertinggi setiap bulannya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan dalam menjalani
pengobatan di Puskesmas Buntok.
Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian
cross sectional. Populasi dari penelitian ini berjumlah 38 pasien. Jumlah sampel yang
diambil sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability
sampling secara purposive sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan
dengan menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS)
sedangkan pengukuran kepatuhan menggunakan kuesioner Modified Morisky
Adherence Scale-8 (MMAS-8).
Hasil: Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil responden yang memiliki tingkat
pengetahuan tinggi sebanyak 48,6% dan responden yang memiliki tingkat pengetahuan
rendah sebanyak 51,4%. Tingkat kepatuhan menunjukkan bahwa sebanyak 51,4%
masuk dalam kategori tidak patuh dan 48,6% masuk dalam kategori patuh. Tingkat
pengetahuan tentang penggunaan obat (p=0,028) memiliki hubungan dengan
kepatuhan dalam menjalani pengobatan di Puskesmas Buntok.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Buntok termasuk
dalam kategori pengetahuan baik (48,6%) dengan tingkat kepatuhan tinggi (42,9%),
tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pasien hipertensi
terhadap penggunaan obat antihipertensi dengan kepatuhan minum obat pada penderita
hipertensi (p value= 0,534).
Kata Kunci: Hipertensi, Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Minum Obat.