Abstract :
Latar Belakang: Distribusi obat merupakan tahap yang penting pada kegiatan
manajemen pengelolaan obat. Ketidakefisienan dan ketidaklancaran pengelolaan
obat dapat memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit baik secara medik,
sosial maupun secara ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi distribusi
obat di depo farmasi rawat inap salah satu rumah sakit di Kabupaten Subang
berdasarkan indikator.
Metode: Penelitian ini adalah deskriptif dengan data yang digunakan adalah data
kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara
dan telaah dokumen yang bersifat retrospektif terkait Turn Over Ratio (TOR),
tingkat ketersediaan obat, persentase nilai obat kadaluarsa dan rusak, serta
persentase stok mati di depo farmasi rawat inap salah satu rumah sakit di Kabupaten
Subang pada periode Januari-Desember 2020.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengelolaan obat tahap distribusi
diperoleh hasil indikator Turn Over Ratio (TOR) sebanyak 10.64 kali, tingkat
ketersediaan obat 24,9 bulan, persentase nilai obat kadaluarsa dan rusak 0,05 %,
dan persentase stok mati 1.4%.
Kesimpulan: Pengelolaan obat pada tahap distribusi di depo farmasi rawat inap
salah satu rumah sakit di Kabupaten Subang masih ada beberapa indikator yang
belum sesuai dengan standar yaitu indikator tingkat ketersediaan obat, persentase
nilai obat kadaluarsa dan rusak, dan persentase stok mati.
Kata kunci: pengelolaan obat, distribusi obat, Turn Over Ratio (TOR), tingkat
ketersediaan obat, persentase nilai obat kadaluarsa dan rusak, persentase stok mati
Jumlah Kepustakaan: 37 (1993-2021)