Abstract :
ABSTRAK
Latar belakang : Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dan berat, ditandai
dengan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi, bahasa, rasa diri dan perilaku.
Tujuan : Penelitian bertujuan mengevaluasi kerasionalan peresepan obat
antipsikotika pasien skizofrenia rawat jalan di RSU Kharisma Paramedika Wates
tahun 2020.
Metode : Penelitian observasional disajikan secara deskriptif dengan pendekatan
retrospektif menggunakan data rekam medik. Sebanyak 52 sampel yang dipilih
secara purposive . Data dianalisis dengan microsoft excel dan disajikan dalam
bentuk tabel persentase.
Hasil : Jumlah pasien skizofrenia 61,5% pasien pria dan 38,5% pasien wanita,
dengan usia pasien 18-28 tahun sebanyak 17,3% ; 29-38 tahun sebanyak 25% dan
39-48 tahun sebanyak 57,7%. Tipe skizofrenia tidak terinci sebanyak 63,5% ; tipe
paranoid 26,9%; tipe residual 5,8% ; tipe tidak tergolongkan (1,9 %) dan tipe
lainnya (1,9 %). Pola terapi kombinasi (65,4%) ; kombinasi atipikal+atipikal
(risperidon dan klozapin) sebanyak 28,8% ; kombinasi tipikal+atipikal (haloperidol
dan klozapin) sebanyak 19,2% dan kombinasi atipikal+tipikal+atipikal
(risperidon+haloperidol+klozapin) sebanyak 9,6%. Terapi tunggal (34,6%) berupa
terapi atipikal (risperidon,17,3%) dan tipikal (haloperidol, 11,5%).
Kesimpulan : Evaluasi peresepan antipsikotika diperoleh tepat indikasi (100%),
tepat pasien (98,1%), tepat obat (78,8%), tepat dosis (82,7%), tepat frekuensi
(80,8%) dan tepat cara pemberian (100%).
Kata kunci : Kerasionalan, Resep, Skizofrenia, Antipsikotika, Rawat Jala