Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Istiharyani, Meina
Retno Karminingtyas, Sikni
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-26 02:36:32
Abstract :
Latar belakang: Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit meliputi
standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis Habis pakai
dan pelayanan farmasi klinik. Pelayanan farmasi klinik salah satunya
adalah pengkajian dan pelayanan resep. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
pola peresepan dan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep.
Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan analisis
deskriptif. Sampel yang diteliti adalah lembar resep yang diambil dari Instalasi
Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Pratama Parenggean pada periode Bulan
Januari-Maret 2021 yaitu sebanyak 90 resep non racikan dan 90 resep
racikan. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji t-test.
Hasil : Obat yang paling sering diresepkan pada pasien rawat jalan di Rumah
Sakit Pratama Parenggean adalah parasetamol (analgetik, antipiretik) sebanyak
9,58%. Rata-rata kesesuaian waktu tunggu resep non racikan pasien BPJS 12,22
menit dan non BPJS 12,42 menit, resep racikan pasien BPJS 21,24 menit dan
pasien non BPJS 21,37 menit. Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep rawat
jalan bagi pasien BPJS untuk resep racikan sebanyak 54 resep (60%) dan non
BPJS 36 resep (40%) dan resep non racikan untuk pasien BPJS sebanyak 45 resep
(50%) dan non BPJS sebanyak 45 resep (50%).
Kesimpulan : Pola peresepan obat pasien rawat jalan di Rumah Sakit Pratama
Parenggean yaitu parasetamol. Waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan
baik resep racikan dan non racikan sudah sesuai dengan standar. Hasil uji t-test
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan waktu tunggu
pelayanan resep racikan maupun non racikan pada pasien BPJS dan non BPJS.
Kata Kunci : resep, waktu tunggu, BPJS