Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Wahyu Rizkiana, Putri Armilia
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-26 07:18:34
Abstract :
Daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung flavonoid dan
tanin sebagai antibakteri. Ekstrak daun sirih hijau sebagai kandidat antibakteri
kosmetik antibakteri dan diformulasi dalam sediaan krim. Tujuan penelitian ini
menentukan metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak daun sirh hijau
dan formulasinya dalam bentuk sediaan krim ekstrak daun sirih sebagai kandidat
antibakteri.
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literature dengan melihat
data sekunder uji aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau dengan metode
difusi terhadap Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acne. Formulasi
ekstrak yang baik pada sediaan krim dilihat dari uji sifat fisik.
Hasil : Ekstrak daun sirih hijau mengandung metabolit sekunder yaitu senyawa
flavonoid, saponin, tanin yang mempunyai aktivitas antibakteri dengan hasil
aktivitas antibakteri kategori kuat. Nilai diameter zona hambat (DZH) tertinggi
pada Propionibacterium acne berkisar pada 13,53 ? 17,35 mm yang
dikategorikan kuat dengan nilai KHM 2 ? 3,25 % sedangkan pada Staphylococcus
aureus memiliki diameter zona hambat (DZH) tertinggi berkisar 18,66 mm yang
dikategorikan kuat dengan nilai KHM 5%. Untuk formulasi krim yang baik di
hasilkan pada formula 2 yang mengandung daun sirih dengan konsentrasi 2%
dengan penambahan basis krim.
Kesimpulan : Metabolit sekunder pada ekstrak daun sirih hijau adalah flavonoid,
saponin, tanin dan alkaloid. Konsentrasi ekstrak yang baik sebagai antibakteri
adalah 2% dengan menghasilkan zona hambat 13 mm yang dikategorikan kuat
dengan formula krim yang baik dihasilkan pada formulasi 2 dengan konsentrasi
2%.