Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Sakdiyah, Fadilah
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-27 02:08:11
Abstract :
Radikal bebas merupakan molekul yang mempunyai elektron
tidak berpasangan bersifat sangat reaktif menyebabkan peningkatan stres oksidatif
yang dapat merusak sel tubuh, sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit
degeneratif seperti kanker dan jantung. Oleh karena itu dibutuhkan antioksidan
yang mampu menghambat proses oksidasi sehingga kerusakan sel dapat dihambat.
Tanaman kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman yang memiliki kandungan
antioksidan sehingga sering digunakan sebagai tanaman obat karena berdasarkan
banyak penelitian yang telah dilakukan, kunyit memiliki beberapa aktivitas
diantaranya antioksidan, peptic ulcer, antitoksik, antihiperlipidemia, dan aktivitas
antikanker. Tujuan penelitian untuk mengkaji aktivitas antioksidan pada tanaman
kunyit (Curcuma longa) dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-
pikrilhidrazil).
Metode : Penelitian dilakukan dengan metode literature review menggunakan
tujuh artikel acuan yang terdiri dari dua artikel nasional tahun 2017-2019 dan lima
artikel internasional tahun 2011-2019.
Hasil : Varietas kunyit diekstraksi dengan metode dingin menggunakan jenis
pelarut polar seperti etanol, methanol, isopropanol dan pelarut non polar seperti
aseton. Aktivitas antioksidan sangat kuat didapatkan pada pelarut polar yaitu
etanol 70% dengan varietas Mura dan Chora dengan nilai IC 50 berkisar antara
1,08-3,03 ppm dan memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan pelarut polar yaitu
etanol dengan nilai IC 50 51,17 ppm pada varietas kunyit.
Kesimpulan : Varietas kunyit (Curcuma spesies) memiliki potensi sebagai
aktivitas antioksidan yang dapat dilihat pada parameter IC 50 dan Persen inhibisi.
Pada sampel kunyit dengan menggunakan pelarut polar seperti etanol memiliki
potensi sebagai antioksidan sangat kuat. Senyawa metabolit yang terdapat dalam
varietas kunyit (Curcuma spesies) yaitu flavonoid, polifenol dan tannin.