Abstract :
Latar Belakang : Untuk mengurangi resistensi terhadap antibiotik dimasyarakat
penting untuk diberikan pemahaman tentang penggunaan antibiotik dengan bijak,
penelitian yang dilakukan Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN-Study)
dibuktikan dari 2.494 individu dimasyarakat resisten terhadap beberapa antibiotik
untuk meningkatkan rasionalitas dalam penggunaan antibiotik maka perlu
dilakukan edukasi melalui video kepada masyarakat dengan tujuan untuk
mengetahui pengetahuan tentang bijak menggunakan antibiotik.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan
rancangan penelitian model one group pretes dan posttest.dengan menggunakan
sampel sebanyak 50 orang responden melalui pendekatan kuantitatif dengan
instrumen yang digunakan berupa angket atau kuesioner.
Hasil : Tingkat pengetahuan sebelum pemaparan video edukasi dengan kategori
rendah 26 orang, kategori sedang 16 orang, kategori tinggi 8 orang, setelah
pemaparan video edukasi hasil menunjukkan kategori rendah 2 orang, kategori
sedang 9 orang, kategori tinggi 39 orang, hasil uji normalitas sebesar 0,552 lebih
besar dari 0,005 dapat dikatakan bahwa hasil dari penelitian ini memiliki nilai
residual berdistribusi normal, hasil dari uji T-test dengan nilai signifikansi sebesar
0,000 kurang dari 0,005 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
terhadap tingkat pengetahuan kelompok ibu-ibu yasinan sebelum dan sesudah
pemaparan video edukasi.
Kesimpulan : Dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemaparan video edukasi
tentang bijak menggunakan antibiotik memberikan peningkatan yang signifikan
dengan nilai signifikansi 0,000 terhadap tingkat pengetahuan tentang bijak
menggunakan antibiotik.
Kata Kunci : Video Edukasi, Bijak Antibiotik, Tingkat Pengetahuan