Abstract :
INTISARI
Latar belakang: Swamedikasi adalah pengobatan yang dilakukan secara mandiri
menggunakan obat bebas dan obat bebas terbatas. Tingkat pengetahuan memiliki
hubungan dalam pemilihan obat pada swamedikasi. Pemberian video edukasi berisi
pesan-pesan visual dengan didukung suara. Efektivitas penggunaan media
penyuluhan sangat ditentukan oleh banyaknya indera penerimaan yang terlibat
Tujuan penelitian adalah untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat
mengenai obat bebas dan obat bebas terbatas sebelum dan setelah diberikan video
edukasi di RT 4 dan RT 5 Kelurahan Bereng Pulang Pisau.
Metode: Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional
dengan one group pretest-posttest. Subjek penelitian 100 orang sebagai responden
dengan pendekatan kuantitatif menggunakan lembar kuisioner sebagai instrumen.
Hasil: Tingkat pengetahuan reponden sebelum diberikan video responden dengan
kategori cukup sebanyak 65%, kurang 32%, dan baik 3%. Tingkat pengetahuan
setelah diberi video edukasi meningkat menjadi baik 91%, cukup 9% dan kurang
0%. Pada uji normalitas hasil terdistribusi normal sehingga dilanjutkan keuji
statistik nonparameterik menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test nilai (p?value=0,000<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan terhadap
peningkatan pengetahuan responden mengenai obat bebas dan obat bebas terbatas
sebelum dan sesudah pemaparan video edukasi.
Kesimpulan: Pemberian video edukasi mengenai obat bebas dan obat bebas
terbatas memberikan hasil yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan di RT 4
dan RT 5 mengenai obat bebas dan obat bebas terbatas.
Kata kunci: Tingkat pengetahuan, kuisioner, video edukasi