Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Yoseverlina Se’u, Serafina
Laila Vifta, Rissa
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-28 02:17:22
Abstract :
Latar Belakang: Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp).
merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa flavonoid dan fenol.
Pada daun salam memiliki aktivitas antioksidan sehingga dapat menangkal proses
terjadinya radikal bebas. Komponen bioaktif dapat dipisahkan dari tanaman
dengan menggunakan metode ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengkaji pengaruh variasi metode ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan
senyawa metabolit sekunder pada daun salam dengan metode DPPH.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode review jurnal menggunakan data
sekunder dari 4 artikel nasional dan 1 artikel internasional.
Hasil: Aktivitas antioksidan daun salam (Syzygium polyanthum) dengan ekstraksi
maserasi memiliki nilai IC50 = 11,001 ppm - 136,7 ppm, ekstraksi perkolasi =
49,673 ?g/ml, ekstraksi sokletasi = 18,73 ?g/ml - 49,984 ?g/ml, ekstraksi infusa =
40,26 ?g/ml. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas
antioksidan adalah senyawa fenolik sebesar 338,62 ± 21,3 mg GAE/g dan
flavonoid sebesar 350 ppm.
Kesimpulan : Variasi metode ekstraksi memberikan pengaruh terhadap kadar
aktivitas antioksidan. Metode ekstraksi maserasi memiliki nilai IC50 = 11,001 ppm
- 136,7 ppm, ekstraksi perkolasi = 49,673 ?g/ml, ekstraksi sokletasi = 18,73
?g/ml - 49,984 ?g/ml, ekstraksi infusa = 40,26 ?g/ml. Kandungan senyawa
metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan adalah senyawa fenol dan
flavonoid.
Kata Kunci: Syzygium polyanthum, Ekstraksi, Fenol, Flavonoid, Antioksidan