Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
NOVES ANGGRAINI, YANSI
Putri Luhurningtyas, Fania
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-10-28 03:49:41
Abstract :
Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit
metabolik yang memiliki karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan
sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Ekstrak dan fraksi herba ciplukan
(Physalis angulata L.) memiliki efek sebagai antidiabetes. Kandungan metabolit
sekunder herba ciplukan (Physalis angulata L.) menunjukan bahwa senyawa
alkaloid (nordextromethorphan), terpenoid (triterpenoid) dan flavonoid
(isoquarcetin) mempunyai aktivitas sebagai penurun kadar glukosa darah dan
mampu memperbaiki jumlah sel langerhans. Tujuan dari review ini untuk
mengevaluasi dan menggambarkan aktivitas penurunan kadar glukosa darah dan
perbaikan jumlah sel langerhans, berdasarkan penelitian in vivo.
Metode : Desain penelitian ini yaitu kajian artikel. Penelitian ini dilakukan
dengan mengambil simpulan dan penggabungan hasil dari 5 jurnal eksperimental
yang terindeks dan dipublikasikan pada tahun 2011-2019 tentang aktivitas
penurunan kadar glukosa darah dari herba ciplukan (Physalis angulata L.) pada
hewan uji yang diinduksi aloksan.
Hasil : Dosis efektif pemberian herba ciplukan (Physalis angulata L.) untuk
menurunkan kadar glukosa darah antara lain ekstrak etanol dosis 150 mg/kgBB
selama 14 hari, fraksi kloroform dosis 6,5 mg/kgBB sampai dosis 100 mg/kgBB
selama 14 hari, serta ekstrak dan fraksi air dosis 4,84 mg/kgBB sampai dosis 10
mg/kgBB selama 21 hari. Pemberian fraksi kloroform herba ciplukan (Physalis
angulata L.) dosis 25 mg/kgBB sampai dosis 100 mg/kgBB dapat memperbaiki
jumlah sel langerhans tetapi belum sebanding dengan kontrol positif, berdasarkan
pengujian in vivo.
Simpulan : Pemberian ekstrak dan fraksi herba ciplukan dapat menurunkan kadar
glukosa darah dan memperbaiki jumlah sel langerhans dengan variasi dosis
ekstrak dan fraksi yang digunakan.
Kata kunci :Herba ciplukan (Physalis angulata L.),aktivitas antidiabetes, kadar
glukosa darah, in vivo.