Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Pasombo, Restyany Novyarsy
Khayati, Yulia Nur
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-10-28 04:03:12
Abstract :
Latar Belakang : Salah satu tujuan upaya kesehatan anak adalah menjamin kelangsungan hidup anak melalui upaya menurunkan angka kematian bayi baru lahir, bayi dan balita. Angka Kematian Neonatal (AKN) di daerah Sulawesi Selatan tahun 2017 sejumlah 7,05% dari 1.000 bayi yang terlahir. Beberapa kabupaten/kota di daerah sulawesi selatan yang mempunyai angka kematian rendah antara lain, Kabupaten Bantaeng (1) kasus, di ikuti Kabupaten Selayar (11) kasus dan Kota Palopo (22) kasus. Kabupaten/Kota tertinggi adalah Kabupaten Jeneponto (91) kasus, diikuti Kabupaten Bone (77) kasus, dan Kabupaten Gowa dan Luwu. Angka kematian bayi adalah kematian yang terjadi pada usia 0-11 bulan, yang termasuk di dalamnya adalah kematian neonatus (usia 0-28 hari). Angka Kematian Bayi di Kota Palopo tahun 2019 meningkat bila dibandingkan tahun 2018. Pada tahun 2019, Angka Kematian Bayi sebesar 0,017 per 1.000 KH (14 kasus), sedangkan Angka Kematian Bayi tahun 2018 sebesar 0,013 per 1.000 KH (13 kasus). Bila dilihat dari umur kematian bayi, kasus terbanyak terjadi pada usia 0-7 hari (11 bayi), usia 8-28 hari (3 bayi) dan usia 29 hari ? 11 bulan (3 bayi). Angka Kematian Neonatal di Kota Palopo tahun 2019 sebesar 0,014 per 1.000 KH (14 kasus), dengan penyebab tertinggi adalah kelahiran dengan Berat Bayi Lahir Rendah/BBLR (5), asfiksia (1), kelainan kongenital (1), dan lain-lain sebanyak (7). Asfiksia merupakan suatu keadaan pada bayi baru lahir yang mengalami gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, asfiksia dapat dibagi menjadi 3 yaitu, asfiksia ringan, asfiksia sedang, dan asfiksia berat. asil dari penelitian yang sebelumnya telah dilakukan peneliti di RSUD Sawerigading Palopo pada tanggal 24 desember 2020 diketahui bahwa jumlah kelahiran bayi bulan Oktober-Desember tahun 2019 sejumlah 347 bayi, dengan kelahiran hidup sebanyak 347 bayi dan kelahiran mati sebanyak 18 bayi. Untuk bayi yang lahir dengan Asfiksia sejumlah 47 bayi, dan asfiksia mati sebanyak 3 bayi. Penyebab terjadinya asfiksia diantaranya karena BBLR, riwayat obstetric jelek, partus lama, gestasi, ketuban pecah dini.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan usia kehamilan dengan kejadian asfiksia di RSUD Sawerigading Kota Palopo tahun 2019.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin periode bulan Oktober-Desember 2019 di RSUD Sawerigading Kota Palopo sebanyak 347 ibu bersalin, jumlah sampelnya 78 ibu bersalin, dimana terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok kasus 39 sampel dan kelompok kontrol 39 kasus. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling.
viii
Hasil Penelitian : Uji chi square umur ibu dengan kejadian asfiksia diperoleh p value 1,000 > 0,05 dan nilai OR=0,878 dan uji chi square usia kehamilan dengan kejadian asfiksia di peroleh p value 0,006 < 0,05 dan nilai OR= 4,073.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan umur ibu bersalin dengan kejadian asfiksia di RSUD Kota Palopo tahun 2019. Ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Sawerigading Kota Palopo tahun 2019.