Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Wihelmina Garus, Averiani
Retno Karminingtyas, Sikni
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-01 03:43:46
Abstract :
Latar belakang: Ikatan Apoteker Indonesia dalam upaya mewujudkan Gerakan
Keluarga Sadar Obat membuat program edukasi yaitu DAGUSIBU obat untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Penggunaan
berbagai jenis obat di masyarakat tentunya memiliki dampak negatif antara lain
membuang limbah obat dan penggunaan obat yang salah. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan praktik terkait
DAGUSIBU obat pada pasien di Klinik X.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan
penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional
menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh dari hasil pengisian
kuesioner dan dianalisis menggunakan uji gamma.
Hasil: Mayoritas karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin sebanyak 96
responden perempuan (68,75%), rentang usia dewasa dan lansia awal masing-
masing 29 responden (30%), pekerja swasta 30 responden (31%) dan perguruan
tinggi 36 responden (38%). Tingkat pengetahuan DAGUSIBU kategori cukup
sebanyak 54 responden (56%), baik sebanyak 27 responden (28%) dan kurang
sebanyak 15 responden (16%). Praktik DAGUSIBU dengan kategori baik
sebanyak 73 responden (76%) dan cukup sebanyak 23 responden (24%). Tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan praktik
DAGUSIBU obat dengan nilai signifikansi 0,165 (taraf signifikansi 95%).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan dan praktik DAGUSIBU obat di Klinik X.
Kata kunci: DAGUSIBU, pengetahuan, praktik