Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Pratiwi, Nindakesya
Dyahariesti, Niken
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-01 04:19:29
Abstract :
Latar belakang : Obat High Alert Medication (HAM) merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadinya kesalahan serius (sentinel event). Obat High Alert Medication (HAM) merupakan obat berisiko tinggi yang dapat menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome), maka dari itu perlu diwaspadai dalam penggunaannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat High Alert Medication (HAM) yaitu dengan mengatur penyimpanan obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketepatan penyimpanan obat High Alert Medication (HAM) dengan indikator berupa standar prosedur operasional penyimpanan yang tepat yang ada dalam SPO Pedoman Praktik Apoteker Indonesia.
observasional yang bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif dengan objek penelitian semua obat yang termasuk dalam kategori High Alert Medication (HAM).
Hasil : Berdasarkan ketepatan penyimpanan untuk obat high alert sebesar 100%, obat narkotika dan psikotropika sebesar 100%, elektrolit konsentrat tinggi 100%, obat high cost 42,85% sudah sesuai indikator dan 57,15% belum sesuai dengan indikator penyimpanan, obat Look Alike Sound Alike (LASA) sebesar 100%, dan obat kemoterapi 0%.
Kesimpulan : Ketepatan penyimpanan obat High Alert Medication (HAM) sebanyak 73,07% sudah sesuai indikator penyimpanan obat, sebanyak 26,93% belum sesuai dengan indikator penyimpanan obat.