Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Mursyidah, Luluk
Resti Erwiyani, Agitya
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-01 04:21:03
Abstract :
Labu kuning (Cucurbita maxima D.) merupakan tanaman
sayuran yang memiliki zat aktif alami yang dapat dimanfaatkan sebagai perawatan
kulit. Menurut penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, labu kuning
memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai tabir
surya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tanaman tersebut menjadi
sediaan krim dengan sifat fisik yang sesuai persyaratan dan mengetahui
kemampuan sediaan krim terhadap sinar UV-B berdasarkan nilai SPF (Sun
Protector Factor).
Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Dilakukan ekstraksi
daging buah labu kuning dengan metode maserasi selama 5 x 24 jam
menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrasi dibuat menjadi sediaan krim
dengan konsentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15%. Krim ekstrak etanol 96% labu
kuning dilakukan evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH,
daya sebar, daya lekat dan viskositas. Pengujian nilai SPF dilakukan
menggunakan Spektrofotometri UV-Vis.
Hasil : Ekstrak etanol 96% daging buah labu kuning memiliki rendemen sebesar
24,69%. Sediaan krim ekstrak etanol 96% daging buah labu kuning memiliki
karakteristik fisik yang baik sesuai pada uji organoleptis, homogenitas, pH, daya
sebar, daya lekat dan viskositas. Pengujian nilai SPF pada rumus Mansur
menunjukkan ekstrak 5%, 10%, dan 15% memiliki nilai SPF berturut ? turut sebesar 2,14 (proteksi minimal); 4,69 (proteksi sedang); dan 5,77 (proteksi sedang). Pengujian nilai SPF pada metode AUC menunjukkan ekstrak 5%, 10%, dan 15% memiliki nilai SPF berturut ? turut sebesar 2,72 (proteksi minimal); 8,60 (proteksi minimal); dan 14,42 (sedang). Simpulan : Sediaan krim ekstrak etanol 96% daging buah labu kuning memiliki sifat fisik krim yang sesuai persyaratan dan mampu memberikan perlindungan pada sinar UV-B.