DETAIL DOCUMENT
KAJIAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN SUMURAN
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Setiyaningtias, Priska Dewi
Vifta, Rissa Laila
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2021-11-02 01:25:32 
Abstract :
Latar belakang: Tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis L) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya dapat digunakan sebagai antibakteri. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan senyawa aktif yang dapat mengetahui aktivitas antibakteri yaitu senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, serta saponin. Bakteri yang diuji adalah Pseudomonas aeruginosa, yang merupakan jenis bakteri gram positif dan sering menyebabkan infeksi pada usus dan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang terdapat dalam tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis L) serta mengetahui senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literature yang menggunakan data sekunder berupa artikel penelitian yang kemudian melihat aktivitas antibakteri Tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis L) pada setiap artikel review. Hasil: Aktivitas antibakteri pada tanaman pacar kuku memiliki zona hambat terbesar yaitu berdiameter 24.6 mm dengan kategori sangat kuat dengan konsentrasi ekstrak etanol sebesar 40% dengan zona hambat terendah berdiameter 1,2 mm dengan kategori lemah. Kekuatan pada setiap bagian tanaman pacar kuku rata-rata berada dalam kategori kuat. Daun yang memiliki diameter zona hambat paling besar 21,6 mm masuk dalam kategori sangat kuat, bunga yang memilki diameter zona hambat terbesar 24.6 mm termasuk kategori sangat kuat, serta diameter zona hambat pada buah sebesar 24.2 mm yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Simpulan: Ekstrak tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis L) memiliki aktivitas antibakteri. Hasil aktivitas antibakteri ekstrak tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis L) rata-rata berada dalam kategori sangat kuat pada bagian tanaman seperti daun, buah, dan bunga. Senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri adalah senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo