Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Yohana Merika Kedang, Maria
Laila Vifta, Rissa
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-02 02:06:56
Abstract :
Latar Belakang: Radikal bebas dapat merusak sel hidup dalam tubuh. Jumlah
radikal bebas yang tinggi memerlukan asupan antioksidan lagi dari luar tubuh.
Biji kelor diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi
sebagai antioksidan alami.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas
antioksidan ekstrak dan minyak biji kelor (Moringa oleifera Lam) menggunakan
metode DPPH berdasarkan nilai IC50, % inhibisi dan senyawa metabolit sekunder.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur menggunakan 5
artikel dari tahun 2011-2018 tentang aktivitas antioksidan ekstrak dan minyak biji
kelor dan sudah terindeks nasional (Sinta) dan internasional (Scimago).
Hasil: Ekstrak Biji Kelor mengandung fenol, flavonoid dan tanin yang berpotensi
sebagai antioksidan. Minyak biji kelor mengandung fenol, flavonoid dan tokoferol
yang berpotensi sebagai antioksidan. Ekstrak air biji kelor merupakan sumber
antioksidan alami yang sangat kuat dilihat dari nilai IC50 < 50 ppm yaitu 33.23
?g/mL dan % inhibisi 91,16 ± 0,026. Minyak biji kelor merupakan sumber
antioksidan tergolong lemah berdasarkan nilai IC50 bernilai >200 ppm yaitu 1960
?g/mL dan % inhibisi 70,15 ± 0,03.
Kesimpulan : Ekstrak biji kelor termasuk antioksidan kuat dan minyak biji kelor
merupakan antioksidan lemah dilihat dari parameter nilai IC50 dan % inhibisi.
senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak biji kelor adalah fenol,
flavonoid dan tanin. Senyawa fenol, flavonoid dan tokoferol terdapat dalam
minyak biji kelor.
Kata Kunci: Moringa oleifera, Ekstrak, Minyak, Antioksidan.