Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Hayu Kameswarie, Puspita
Laila Vifta, Rissa
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-02 02:22:54
Abstract :
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri merupakan penyakit yang
sering menyerang masyarakat Indonesia. Daun jambu mete (Anacardium
occidentale L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini dilakukan
bertujuan untuk menentukan metabolit sekunder serta pengaruh ekstrak etanol
daun jambu mete dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan
5 artikel jurnal baik jurnal Nasional maupun Internasional. Data yang didapatkan
dari kelima artikel jurnal berupa diameter zona hambat dan konsentrasi hambat
minimum (KHM) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
yang terbentuk dengan metode difusi.
Hasil : Hasil dari review kelima artikel jurnal menyatakan bahwa ekstrak etanol
daun jambu mete mengandung metabolit sekunder yaitu senyawa flavonoid, tanin,
alkaloid, dan saponin yang bertindak sebagai antibakteri. Parameter antibakteri
yang digunakan adalah diameter zona hambat dan KHM. Diameter zona hambat
yang terbentuk pada Staphylococcus aureus berkisar 10,3-16,33 mm yang
termasuk kategori kuat dengan nilai KHM 78,12 µg/ml, sedangkan pada
Escherichia coli terbentuk diameter zona hambat berkisar 7,6-14,67 mm yang
termasuk kategori sedang-kuat dengan nilai KHM 312,12 µg/ml.
Simpulan : Ekstrak daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) memiliki
aktivitas antibakteri. Diameter zona hambat terbesar terhadap pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus 16,33 mm, sedangkan pada Escherichia coli 14,67
mm yang termasuk kategori kuat. Senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri
pada ekstrak daun jambu mete adalah flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin.