Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Joesnayanti, Joesnayanti
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-02 03:23:01
Abstract :
Sinar UV berasal dari matahari, panjang gelombang sinar UV
A 320 ? 400 nm, UV B 290 ? 320 nm dan UV C 10 ? 290 nm. UV dapat merusak
kulit, kerutan, eritema dan kanker. Efek sinar UV dicegah dengan tabir surya.
Tujuan penelitian mengevaluasi efektivitas tabir surya optimal pada formulasi
bedak padat ekstrak etanol 70% labu kuning (Cucurbita maxima D.).
Metode: Metode penelitian eksperimen laboratorium. Sampel menggunakan
ekstrak etanol 70% labu kuning (Cucurbita maxima D.) sediaan bedak padat
konsentrasi 3%, 5%, 7%, 15%, 25%. Uji SPF, uji iritasi dan sifat fisik, data yang
diperoleh dianalisis one way anova SPSS versi 20 dan data uji iritasi akut dermal
dianalisis skor iritasi kulit eritema dan edema.
Hasil: Aktivitas tabir surya basis SPF 1,473 proteksi rendah, 25% SPF 7,480
proteksi ekstra, 3% SPF 8,767, 5% SPF 12,730, 7% SPF 12,140, SPF tertinggi
15% 15,850 proteksi ultra. Uji iritasi hewan tidak menyebabkan iritasi. Uji
karakteristik fisik bedak, SPF dan kelembapan sesuai persyaratan.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan nilai SPF formula basis nilai 1,473 proteksi
rendah, proteksi ekstra konsentrasi 25% SPF 7,480, konsentrasi 3% SPF 8,767,
konsetrasi 5% SPF 12,730, konsentrasi 7% SPF 12,140 proteksi maksimal,
konsentrasi 15% SPF 15, 850 proteksi ultra. Dari ke 5 konsentrasi formula yang
didapatkan nilai SPF yang paling optimal terdapat pada konsentrasi 15%.
Kata Kunci : Tabir Surya, Bedak Padat, Iritatif, SPF, Ekstrak Etanol 70% labu
kuning