Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Julistika Wardani, Anggi
Kumala Hati, Anita
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-02 03:34:44
Abstract :
Latar Belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan
dampak negatif yaitu resistensi bakteri. Resistensi antibiotik dapat
memperpanjang masa infeksi, memperburuk kondisi klinis. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui ketepatan penggunaan Antibiotika dan mengetahui
pola penggunaan antibiotik berdasarkan diagnosa infeksi pasien di Puskesmas
Tambakromo Kabupaten Pati.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, dengan
menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan datanya secara retrospektif.
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tambakromo dan sampel dalam penelitian
ini diperoleh sebanyak 154 pasien dari resep dengan rekam medik. Data di
analisis melalui proses coding dengan periode pengambilan data dari Januari ?
Desember 2020
Hasil: Pasien yang mendapatkan peresepan antibiotik terbanyak adalah pasien
yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 92 pasien (59,74%), umur 26 - 45
sebanyak 41 pasien (26,62%), jenis penyakit terbanyak adalah Faringitis sebanyak
59 pasien (38,31%). Antibiotik yang digunakan yaitu Amoxicillin sebanyak 83
pasien (53.90%), Kloramfenikol sebanyak 50 pasien (32,47%), Ciprofloxacin
sebanyak 16 pasien (10,39%), Cotrimoxazol sebanyak 3 pasien (1,95%),
Cefadroksil sebanyak 2 pasien (1,30%). Ketepatan pemilihan obat antibiotik
berdasarkan Permenkes RI No. 5 Tahun 2014 sebanyak 132 pasien (85,72%),
ketepatan dosis sebanyak 132 (100%), ketepatan frekuensi sebanyak 103 pasien
(78,04%) dan ketepatan durasi sebanyak 34 (25,75%).
Simpulan: Peresepan antibiotik terbanyak di Puskesmas Tambakromo periode
Januari- Desember 2020 yaitu Amoxicillin sebanyak 83 pasien (53,90%).
Ketepatan pemilihan obat antibiotik sebanyak 132 pasien (85,72%), ketepatan
dosis sebanyak 132 (100%), ketepatan frekuensi sebanyak 103 pasien (78,04%)
dan ketepatan durasi sebanyak 34 (25,75%).
(Daftar Pustaka : 2003 ? 2019)
Kata Kunci: Ketepatan, antibiotika, puskesmas