Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Paskalia, Kristiani
Sunnah, Istianatus
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-02 03:47:36
Abstract :
Latar belakang: Antioksidan adalah senyawa yang dapat menunda atau
memperlambat proses oksidasi radikal bebas. Kelor memiliki salah satu senyawa
sebagai antioksidan. Tujuan peneliti pada penelitian ini adalah mengkaji aktivitas
penghambatan radikal bebas pada daun kelor (Moringa oleifera Lam) dengan
metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil).
Metode: Penelitian ini menggunakan metode review artikel, menggunakan 5
jurnal. 1 jurnal internasional yang terakreditasi Scimago dan 4 jurnal nasional
yang terakreditasi SINTA dengan sumber pustaka dalam kurung waktu 10 tahun
terakhir.
Hasil: Hasil review kelima artikel menunjukan bahwa daun kelor memiliki
aktivitas antioksidan penghambatan radikal DPPH yang berbeda beda dari nilai
IC50 dan % penghambatannya. Hal yang mempengaruhi perbedaan aktivitas
tersebut adalah proses, tempat tumbuh, proses ekstraksi, pelarut yang digunakan.
Penggunaan sampel yang berbeda daun hijau tua dan hijau muda menghasilkan
nilai IC50 yang bervariasi. Pada ekstraksi dengan metode infusa menggunakan air,
hasilnya daun kelor muda 181,46?g/mL dan kelor tua 318,57?g/mL sedangkan
metode reflux menggunakan pelarut etanol menghasilkan nilai IC50 ekstrak kelor
muda dan tua pesisir sebesar 172,71?g/mL dan 258,92?g/mL, kelor muda dan tua
pegunungan sebesar 97,79?g/mL dan 143,14?g/mL. Aktivitas penghambat
radikal DPPH pada daun kelor paling optimal dengam proses ektraksi maserasi
dan pelarut metanol menghasilkan nilai IC50 49,30?g/mL kategori sangat kuat.
Kesimpulan: Ekstrak daun kelor memiliki penghambatan radikal bebas DPPH
dengan kategori sangat kuat-lemah. Pelarut yang optimal dalam menghasilkan
penghambatan radikal bebas DPPH dengan kategori sangat kuat yaitu methanol
dengan proses ektraksi metode maserasi.
Kata Kunci: Antioksidan, DPPH, kelor, IC50
Literatur: 33 (2011-2021)