DETAIL DOCUMENT
KAJIAN POTENSI VARIETAS EKSTRAK KULIT BUAH PISANG (Musa sp) DENGAN BERBAGAI PELARUT SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Theodora Deodatha, Anjelina
Aprilliana, Melati
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2021-11-03 02:29:56 
Abstract :
Latar belakang : Kulit pisang seringkali dibuang dan hanya menjadi limbah. Apabila dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi salah satu alternatif antibakteri. Kandungan metabolit sekunder tannin, fenol, flavonoid, saponin, triterpenoid, alkaloid, steroid yang terkandung pada kulit buah pisang (Musa sp) memiliki aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Tujuan : Menganalisis pengaruh berbagai pelarut untuk ekstraksi kandungan metabolit sekunder, serta potensi antibakteri ekstrak kulit buah pisang (Musa sp). Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan metode literature review menggunakan 5 (lima) jurnal yang terdiri atas 1 (satu) jurnal internasional dan 4 (empat) jurnal nasional terakreditasi SCOPUS dan SINTA. Hasil penelitian : Ekstrak kulit pisang mas, pisang kepok dan pisang kepok kuning mengandung metabolit sekunder yakni fenol, flavonoid, alkaloid, tannin, steroid dan triterpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metabolit sekunder tersebut diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton, etanol, metanol dan air, dimana masing-masing varietas dan pelarut memberikan daya hambat yang berbeda. Kesimpulan : Ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dengan pelarut aseton 80% konsentrasi 0,06% mampu memberikan aktivitas daya hambat bakteri dengan kategori kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus (19,57 mm) dan Eschericia coli (18,15 mm). Kata Kunci : Kulit pisang, pelarut, metabolit sekunder, antibakteri 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo