Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Faristin, Eni
Laila Vifta, Rissa
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2021-11-03 04:24:48
Abstract :
Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri
penyebab penyakit infeksi yang sering terjadi di kalangan masyarakat.
Antibiotik merupakan suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan
bakteri. Efek samping dari penggunaan antibiotik yang berulang pada
beberapa strain bakteri tertentu dapat menyebabkan terjadinya resistensi
antibiotik, sehingga diperlukan pengembangan antibiotik alami. Salah satu
contoh tanaman yang berpotensi sebagai agen antibakteri adalah bawang
merah (Allium cepa L) dan bawang putih (Allium sativum). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri dari
ekstrak bawang merah (Allium cepa L) dan bawang putih (Allium sativum)
terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Metode : Penelitian ini merupakan studi literatur menggunakan artikel
penelitian. Jumlah artikel yang digunakan penelitian ini sebanyak 5 artikel
dengan sampel ekstrak bawang merah (Allium cepa L) dan bawang putih
(Allium sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Hasil : Berdasarkan ke-5 artikel penelitian menggunakan beberapa pelarut
menunjukkan bahwa pelarut etanol 95% menghasilkan diameter zona
hambat yang lebih besar dibandingkan pelarut etanol 96%, air dan aceton,
yaitu 25,5mm pada ekstrak bawang merah dan 28,1 mm pada bawang putih.
Aktivitas antibakteri dari ke dua ekstrak (bawang merah dan bawang putih)
disebabkan oleh kandungan senyawa metabolit seperti flavonoid, alkaloid,
saponin, tannin phlobatannin dan antrakuinon yang terdapat dalam bawang
merah dan bawang putih.
Kesimpulan : Ekstrak bawang merah (Allium cepa L) dan bawang putih
(Allium sativum) memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus yang disebabkan adanya beberapa senyawa
metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri.