DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI WILAYAH KERJA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2020
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Yulianti, Lili
Hirawati Pranoto, Heni
Subject
RG Gynecology and obstetrics 
Datestamp
2021-11-22 02:56:56 
Abstract :
Latar Belakang : Pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin wanita untuk mengetahui penyakit infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Provinsi NTB Kasus HIV/AIDS ditemukan diseluruh kabupaten/kota se- provinsi NTB tahun 2017 adalah 98 kasus HIV dan 111 kasus AIDS sedangkan pada tahun 2018 adalah 155 kasus HIV dan 101 kasus baru AIDS. Dengan tingginya jumlah kasus HIV/AIDS di NTB menjadi suatu perhatian penting bagi calon pengantin untuk mengetahui akan pentingnya kesehatan reproduksi sebelum menikah. Jenis penelitian : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Responden adalah calon pengantin di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ampenan Kota mataram dan tercatat sebagai calon pengantin di Kantor Urusan Agama kecamatan Ampenan penentuan responden dengan cara purposif dan diapatkan 5 responden berumur 16-20 tahun, 2 bekerja sebagai pedagang online dan 3 responden tidak bekerja. Hasil : Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu bahwa pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan reproduksi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ampenan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat masih minimnya pengetahuan calon pengantin yang berusia muda yaitu usia 16-20 tahun terkait tentang kesehatan reproduksi dikarenakan masih belum adanya sosialisasi atau penyuluhan tentang kesehatan reproduksi yang dilakukan dari pihak Kantor Urusan Agama Kecamatan Ampenan maupun dari pihak Puskesamas. Kesimpulan : dari penelitian ini adalah kesehatan reproduksi calon pengantin sangat dipengaruhi rendahnya pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan reproduksi sehingga para calon pengantin tidak mengetahui apa saja penyakit yang bias timbul pada gangguan kesehatan reproduksi. Saran bagi KUA Ampenan dan puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang kesehatan repsroduksi yang dapat meningkatkan pengetahuan calon pengantin tentang pentingnya kesehatan reproduksi. vii Kata Kunci :Pengetahuan, Calon Pengantin, Kesehatan Reproduksi Kepustakaan : (2009-2019) 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo