Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Ma’rifah, Ria
Sofiyanti, Ida
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-11-22 06:43:36
Abstract :
Latar Belakang: Rupture perineum ialah penyebab pendarahan kedua setelah
atonia uteri. Penyebab terjadinya rupture perineum bisa sisebabkan oleh dua hal
yaitu penyebab maternal dan penyebab neonatal. Data di PMB Ny.M, tahun 2017
jumlah ibu bersalin sebanyak 213 orang dan ibu yang mengalami rupture
perineum sebanyak 60 orang (28 %), pada tahun 2018 diperoleh data ibu bersalin
sebanyak 201 orang dan yang terjadi rupture perineum 54 orang (26 %), dan
tahun 2019 didapatkan jumlah ibu bersalin sebanyak 147 orang dan yang
mengalami rupture perineum sebanyak 45 orang (30 %). Tujunan penelitian ini
Untuk mengetahui umur ibu dan berat badan lahir berhubungan dengan kejadian
rupture perineum di PMB Ny.M.
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross
Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin. Teknik
pengambilan sampel menggunakan non-random sampling secara total sampling
atau sampel keseluruhan yaitu sebanyak 185 orang. Instrumen pengambilan data
menggunakan master data dan analisis data menggunakan uji chi square.
Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020.
Hasil: Hasil penelitian diketahui sebagian besar tidak mengalami rupture
perineum sebanyak 125 responden (67,6%), responden umur resiko rendah
sebanyak 150 responden (81,1%), dan responden berat badan lahir < 4000
sebanyak 179 responden (96,8%). Berdasarkan hasil uji chi-square di dapatkan
nilai p value 0,0000,05 maka Ha diterima, dan berat badan lahir di dapatkan
nilai p value 0,357 0,05 maka Ha di tolak.
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan kejadian
rupture perineum dan tidak ada hubungan yang signifikan antara berat badan
lahir dengan kejadian rupture perineum di PMB Ny.M.
Kata Kunci: Rupture Perineum, Umur Ibu, dan Berat Badan Lahir