Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Purnamasari, Eka
Sofiyanti, Ida
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-12-01 01:04:43
Abstract :
Latar Belakang: Stunting menjadi suatu masalah karena disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama sehingga berpengaruh pada peningkatan gangguan perkembangan otak dan mengakibatkan perkembangan motorik terlambat bahkan dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada balita. Panjang badan lahir, berat badan lahir, riwayat inisiasi menyusu dini (IMD), dan riwayat ASI eksklusif merupakan faktor risiko kejadian stunting. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada baduta di wilayah kerja Puskesmas Teluk Pakedai. Metode: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh baduta di Puskesmas Teluk Pakedai sebanyak yang mengalami stunting 37 baduta, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling atau sampel jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu data rekam medis dengan analisis univariat. Hasil: Baduta yang mengalami stunting sebagian besar memiliki riwayat panjang badan lahir tidak pendek (89.2%), riwayat berat badan lahir tidak rendah (73%), riwayat tidak inisiasi menyusu dini (IMD) (56,8%), dan riwayat ASI tidak eksklusif (62,2%). Simpulan: Baduta stunting di wilayah kerja Puskesmas Teluk Pakedai didominasi dengan tanpa faktor risiko stunting. Saran: Bagi tenaga kesehatan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai media informasi pencegahan stunting sejak kehamilan dan deteksi dini mengenai faktor risiko kejadian stunting pada baduta. Bagi orangtua senantiasa melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak serta memberikan asupan gizi yang cukup pada anak dalam upaya pencegahan kejadian stunting.
Kata Kunci: Stunting, baduta, faktor risiko