Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Pramita Sari, Nunky Adilia
Nasifah, Isri
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2021-11-23 06:59:04
Abstract :
Menurut Word Health Organization (WHO) mengatakan
standart rata-rata operasi SC sekitar 5-15%. Berdasarkan data Riskesdas tahun
2018, tingkat persalinan sectio caesarea di Indonesia 17,6%. Persalinan sectio
caesarea disebabkan adanya factor indikasi medis, indikasi fetal, factor
predisposisi. Indikasi terbanyak yang menyebabkan terjadinya persalinan Sectio
Caesarea di RSUI BanyuBening tahun 2020 adalah karena indikasi medis yaitu
riwayat sectio caesarea dan KPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya persalinan sectio caesarea di
RSUI BanyuBening tahun 2020.
Metode : Jenis penelitian studi analitik dengan metode cross sectional. Populasi
310 ibu bersalin, sampel 76 ibu, dengan 38 ibu bersalin dengan SC, 38 ibu
bersalin yang tidak dengan tindakan sectio caesarea. Teknik sampling purposive
random sampling menggunakan data sekunder berupa rekam medis pada bulan
Januari-Oktober tahun 2020 dengan analisa data Chi Square. .
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa 25 ibu bersalin SC (45,5%) memiliki umur
tidak beresiko, 25 ibu bersalin sectio caesarea (54,3%) memiliki paritas
multipara, 20 ibu bersalin SC (100,0%) memiliki riwayat sectio caesarea, 18 ibu
bersalin sectio caesarea mengalami KPD (100,0%). Nilai p-value (0,200<? 0,05)
tidak ada hubungan antara umur terhadap persalinan sectio caesarea. Nilai p-
value (0,602<? 0,05) tidak ada hubungan antara paritas ibu terhadap persalinan
SC. Nilai p-value (0,00<? 0,05) ada hubungan antara riwayat sectio caesarea
terhadap persalinan sectio caesarea.Nilai p-value (0,00<? 0,05) ada hubungan
antara KPD terhadap persalinan sectio caesarea.
Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara paritas dan umur ibu dan terdapat
hubungan antara riwayat sectio caesarea dan KPD terhadap terhadap persalinan
sectio caesarea di RSUI BanyuBening.