Abstract :
Latar Belakang : Akibat dari pandemik Covid-19 sangat berdampak pada dunia Pendidikan.
Salah satunya yaitu pada proses pembelajaran yang di lakukan di perguruan tinggi, yang pada
awalnya menggunakan proses perkuliahan luring berubah menjadi system perkuliahan daring.
Ketidakmampuan mahasiswa untuk beradaptasi pada proses perkuliahan daring
mengakibatkan ketidakefektifan dalam proses perkuliahan yang dapat berdampak pada
timbulnya stres akademik pada mahasiswa.
Metode : Penelitian menggunakan metode diskriptif korelasi dengan pendekatan Cross
sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa S1 Keperawatan semester 3 dan 5.
Instrument pada penelitian ini berupa kuesioner. Pada analisa data menggunakan analisis
univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil : Pada responden yang memiliki pembelajaran daring efektif dengan tingkat stres pada
kategori normal (77,3%). Sedangkan pada pembelajaran kurang efektif dengan dengan tingkat
stres ringan (63,2%). Serta pada pembelajaran daring yang tidak efektif dengan tingkat stres
sedang (73,7%). Pada hasil uji Chi Square di dapatkan nilai p-value sebesar 0,000 < ? (0,05),
dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara proses pembelajaran
daring dengan tingkat stres selama masa pandemik Covid-19 pada mahasiswa prodi S1
Keperwatan Universitas Ngudi Waluyo.
Saran : Bagi institusi Pendidikan atau praktisi Pendidikan dan stakeholder perlu berinovasi
dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan system daring yang tidak
membosankan serta meningkatkan kualitas jaringan pada platform yang sering di gunakan
dalam perkuliahan daring guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif.
Kata Kunci : Covid-19, pembelajaran daring, Tingkat stress, Mahasiswa