Abstract :
Latar belakang : stunting adalah dimana kondisi anak mengalami gagal tumbuh karena
kekurngan gizi pada anak balita sehingga anak menjadi lebih pendek dari usianya. stunting
dapat disebabkan karena tidak melewati 100 hari pertama kehidupan yg merupakan tumbuh
kembang anak 1000 hari pertama. Selain itu faktor lain yang menyebabkan stunting adalah :
pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, status gizi balita, tinggi badan ibu, faktor penyusui,
dan juga faktor infeksi.
Tujuan : mengetahui hubungan tinggi badan ibu degan kejadin stunting pada anak usia 2-5
tahub diDesa Wukirsari Kecamatan Tmbakromo Kabupaten pati.
Metode : penelitian ini merupupakan penelitian observasional, dengan pendekatan case
control. Populasi dalam peneitian I adalah semua anak balita usia 2-5 tahun diDesa Wukrsari
Kecamatan Tambakrom kabupaten Pati. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 72 anak
dengan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingi bada adalah
microtoise. Analisa data yang digunakan dengan uji-chisquare.
Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 72 responden yang memiliki tinggi
badan dalam kategori normal sebanyak 43 responden (57,9%) sebanyak 30 anak (71,4%) tidak
mengalami kejadian stunting, dan hanya sebagian anak yang mengalami stuntin yaitu sejumlah
13 anak (43,3%).Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh p-value
sebesar 0,031? ? (0,05), maka H0 di tolak sehingga dapat disimpulkan ada Hubungan tinggi
badan ibu dengan kejadian stunting pada anak uisa 2-5 tahun diDesa Wukirsari.
Kata kunci : stunting,tinggi badan ibu,anak usia 2-5tahun