Abstract :
Tidur merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan setiap individu, tidur yang
cukup supaya tubuh dapat berperan secara normal. Gangguan tidur pada anakanak ditemukan meningkat selama beberapa tahun terakhir dan pengetahuan
tentang faktor risiko mereka terbatas. Status gizi bisa menjadi salah satu faktor
penyebab masalah tidur pada anak. Status gizi merupakan parameter umum
keseimbangan antar kadar zat gizi yang dibutuhkan tubuh anak. Tujuan penelitian
untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gangguan tidur pada anak
usia 6-12 tahun di Desa Kenteng Kabupaten Semarang.
Desain penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 6-12 tahun di Desa Kenteng
Kabupaten Semarang sebanyak 610 anak. Teknik sampling penelitian ini adalah
probability sampling dengan jumlah sampel 86 anak, teknik pengambilan sampel
yang digunakan yaitu stratified random sampling. Instrumen yang digunakan
adalah pengukuran status gizi (tinggi badan dan berat badan) dan lembar
kuesioner SDSC (Sleep Distrubance Scale for Children). Analisis data
menggunakan uji kendall tau.
Berdasarkan hasil analisis jumlah keseluruhan terdapat 86 responden (100%),
responden dengan status gizi kategori normal sebanyak 55 responden (64,0%),
kategori gemuk sebanyak 24 responden (27,9%), kategori obesitas sebanyak 7
responden (8,1%) dan responden tidak ada gangguan tidur yaitu sebanyak 58
responden (67,4%) sedangkan 28 responden (32,6%) mengalami atau ada
gangguan tidur. Uji statistik Kendall-tau diperoleh nilai p-value sebesar 0.659 >
0.05 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan
gangguan tidur pada anak. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status
gizi dengan gangguan tidur pada anak usia 6-12 tahun di Desa Kenteng
Kabupaten Semarang