Abstract :
Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronik yang membutuhkan
perawatan dalam jangka waktu yang lama, memicu rasa putus asa bagi penderita
menderita Diabetes Mellitus dalam mencapai kesembuhannya, bahkan tidak
jarang penderita menjadi semakin stres. Orang yang cenderung berfikir negatif,
pesimis dan irasional akan lebih mudah mengalami stres daripada mereka yang
cenderung berfikir positif, rasional, dan optimis atau penerimaan dirinya baik
terhadap penyakitnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan
Penerimaan Diri Dengan Tingkat Stress Pada Penderita Diabetes Millitus Melalui
Tinjauan Dari Beberapa Artikel Penelitian.
Jenis penelitian Sistematic Review dengan Sumber pustaka melalui laman
pencarian artikel yaitu google scholer, PubMed, portal Garuda, Ners Media
Journal, dan Jurnal Ilmiah Kesehatan. Kriterian artikel yang di review yaitu
rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 10 tahun, berbahasa Indonesia dan
Inggris, original artikel dan tersedia full teks. Artikel yang layak untuk di review
sebanyak 7 artikel yaitu empat berhahasa Indonesia dan tiga artikel berbahasa
Inggris
Hasil penelitian Terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri
dengan tingkat tress pada pasien diabetes mellitus. Faktor lain yang
mempengaruhi adalah faktor personal, self-efficacy, dukungan keluarga, persepsi
diri dan spiritualitas, persepsi diri terhadap penyakit, dukungan keluarga, tingkat
pendidikan dan pengetahuan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin baik
penerimaan diri semakin menurun tingkat stres yang terjadi pada pasien diabetes
mellitus.
Kata Kunci : penerimaan diri, tingkat stres, ddiabetes mellitus
Kepustakaan : 23 (2010-2020)