Abstract :
Latar Belakang : pada remaja sering mengalami stress yang diakibatkan adanya
beberapa faktor yaitu diantaranya adanya tugas yang banyak ditambah lagi dengan pada
masa remaja memiliki pendampingan dan bimbingan orang tua yang minimal
dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Sehingga self efficacy atau sering disebut
keprcayaan diri dapat mempengaruhi tingkat stress pada remaja.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan
tingkat stress pada remaja SMK di Temanggung.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X sampai kelas XII di SMK Negeri Bansari
kabupaten Temanggung yang berjumlah 830 siswa. Metode pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu Kendall-Tau.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki self efficacy yang sedang yaitu
sebanyak 60 responden (66,7%) dan responden memiliki tingkatan dalam mengalami
stress, yaitu tidak mengalami dan tidak merasakan stress yaitu sebanyak 29 responden
(32,2%). Pada Penelitian ini pula didapatkan nilai korelasi -0.195 serta didapatkan nilai
sig. (2-tailed) sebesar 0,041 < ?= 0,05, sehingga pada penelitian ini didapatkan hasil
terdapat hubungan yang negatif antara self efficacy dengan tingkat stress pada remaja di
SMK Bansari Kabupaten Temanggung.
Kesimpulan : pada penelitian ini didapatkan kesimpulan terdapat hubungan yang negatif
antara self efficacy dengan tingkat stress pada remaja di SMK Bansari Kabupaten
Temanggung.
Saran : Bagi remaja diharapkan lebih memiliki self efficacy yang cukup atau tinggi agar
dapat mudah menyelesaikan setiap masalah atau stressor yang akan dihadapi entah secara
tiba-tiba atau sudah diketahui sebelumnya.
Kata Kunci : Remaja, Self Efficacy, Tingkat Stress