Abstract :
Latar belakang : Diare merupakan penyebab kedua kematian dan
kesakitan anak di dunia. Tingginya angka kejadian diare pada anak disebabkan
banyak faktor, salah satunya adalah perilaku hidup bersih dan sehat anak sendiri,
karena anak usia 6-12 tahun adalah individu yang mulai aktif dalam berinteraksi
dan melakukan kegiatan banyak hal dengan lingkungan sekitar maka secara
langsung perilaku anak dapat berpengaruh pada kesehatan .Tujuan : Untuk
mengetahui Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Anak dengan
Kejadian Diare pada Anak Usia 6-12 Tahun.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik dengan metode
pendekatan kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang
digunakan adalah seluruh objek berasal dari jumlah kunjungan anak ke
Puskesmas Rembang yaitu anak usia 6-12 tahun pada bulan Agustus-Oktober
tahun 2021 dengan jumlah 146 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah anak-
anak yang menjalani pemeriksaan di UPT Puskesmas Rembang 2 dengan
kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 59 anak. Teknik pengambilan sampel
ini menggunakan metode Accidental Sampling. Data diperoleh dengan
membagikan kuesioner PHBS anak. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-
square.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapa hubungan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat anak dengan kejadian diare pada anak usia 6-12 tahun di UPT
Puskesmas Rembang 2. Hasil p value = 0,000 (? = 0,005)
Kesimpulan dan saran : Diharapkan anak dapat meningkatkan perilaku
agar terbiasa menerapkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat seperti
mencuci tangan dan menggunakan jamban yang sehat, penggunaan air bersih,
membuang sampah pada tempatnya, dan tidak makan jajan sembarangan.
Kata kunci :Perilaku hidup bersih dan sehat, anak, diare
Kepustakaan :36 (2010-2019)