Abstract :
Latar Belakang : Imunisasi termasuk tindakan yang bisa menimbulkan trauma
karena menyebabkan nyeri. Menyusui (breastfeeding) merupakan teknik
manajemen nyeri non- farmakologi yang mudah dilakukan oleh ibu agar
menurunkan rasa nyeri pada bayi saat imunisasi.
Tujuan : untuk menganalisis pengaruh menyusui (breastfeeding) terhadap respon
nyeri pada bayi saat imunisasi.
Metode : Desain penelitian quasy eksperimen dengan rancangan posttest only
control group design dengan metode purposive sampling. Populasi penelitian ini
adalah 50 balita yang berusia usia 6-24 bulan dan sampel 44 responden, 22
responden kelompok kontrol dan 22 responden kelompok intervensi. Variabel
independen menyusui (breastfeeding) dan dependen rasa nyeri pada penyuntikan
imunisasi. Pengumpulan data dengan observasi secara struktur dengan
menggunakan alat ukur yaitu kuesioner FLACC . Analisis data menggunakan uji
man whitney dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05.
Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada kelompok kontrol sebagian
besar mempunyai respon nyeri kategori berat yaitu sebanyak 14 anak (63,6%),
sedangkan pada kelompok intervensi sebagian besar mempunyai respon nyeri
kategori ringan yaitu sebanyak 9 anak (40,9%). Hasil uji statistic dengan uji man
whitney didapatkan nilai p = 0,007, jika ? = 0,05 maka p dan H1 diterima.
Kesimpulan : Ada pengaruh menyusui terhadap respon nyeri balita usia 6-24 bulan
pada penyuntikan imunisasi di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kebupaten
Kendal.
Saran : Sebaiknya ibu balita usia 6-24 bulan di Desa Gempolsewu Kecamatan
Rowosari Kabupaten Kendal memberikan tindakan menyusui saat penyuntikan
imunisasi sehingga dapat menurunkan respon nyeri yang dialami oleh balita.
Kata Kunci : Menyusui, Nyeri, Bayi, Imunisasi