Abstract :
Latar Belakang : Mual muntah selama operasi selain akan menyebabkan
hasil operasi (outcome) yang kurang baik, juga dapat meningkatkan risiko aspirasi
(Rihiantoro,2018). Mual adalah suatu sensasi tidak enak yang bersifat subjektif
yang berhubungan dengan keinginan untuk muntah. Muntah adalah ekspulsi
dengan tenaga penuh dari isi gaster (Rihiantoro, 2018). Menurut Wijaya (2014)
Insiden mual muntah pasca operasi berkisar 20- 30% dari seluruh pembedahan
umum dan lebih kurang 70-80% pada kelompok risiko tinggi (Kinasih, 2018).
Secara non farmakologi seperti contohnya menggunakan aromaterapi kopi. Kopi
merupakan campuran kimia yang lebih dari seribu bahan kimia yang berbeda
yaitu karbohidrat, kafein, alkaloid, vitamin, senyawa nitrogen, lipid dan lainnya
yang dapat mengurangi mual (Rahardjo, 2012).
Metode : Jenis penelitian Quasy experiment dengan non-equivolent
control group pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
ibu dengan operasi sectio caesarea di ruang post operasi RSUD KRMT
Wongsonegoro Semarang pada bulan Januari-Juni sebesar 564 responden.Teknik
Sampling dalam penelitian probability purposive sampling. Sampel 34 responden.
Instrumen yang digunakan kuesioner mual dan aromaterapi kopi. Analisis data
menggunakan uji man whitney.
Hasil : Ada perbedaan rasa mual sebelum dan sesudah pemberian
aromaterapi kopi pada kelompok intervensi dengan p value 0,000 (p value <
0,05). Tidak ada perbedaan rasa mual sebelum dan sesudah Pemberian
Aromaterapi Kopi pada kelompok kontrol dengan p value 1,000 (p value >
(0,05). Ada pengaruh pemberian aromaterapi kopi terhadap penurunan rasa mual
Pada pasien post operasi sectio Ccesarea di Ruang Dewi Kunti RSUD KRMT
Wongsonegoro
Saran : Perawat dapat memilih aromaterapi kopi untuk pasien post
operasi sectio caesarea dalam mengurangi frekuensi mual setelah post operasi
sectio caesarea..
Kata kunci : Aromaterapi kopi, rasa mual pada pasien post operasi sectio
caesarea
Kepustakaan : 32 pustaka (2010 ? 2019)