Abstract :
Wabah penyakit covid-19 menyebabkan dampak psikologis
seperti gangguan ketakutan,kecemasan,perubahan pola tidur,pola makan, sulit
konsentrasi, bosan dan stress. Gelaja tersebut dapat mengindikasi seseorang
mengalami gangguan mental emosional.
Tujuan : mendiskripsikan gambaran mental emosional masyarakat selama
pandemi covid-19.
Desain penelitian : kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini
adalah 4750 masyarakat usia produktif dengan jumlah sampel 98 responden
menggunakan teknik purposive sampling. Instumen yang digunakan adalah
kuesioner SRQ (Self Reporting Questionare).
Hasil: Hasil penelitian didapatkan karakteristik sebagian besar berjenis
perempuan sebanyak 64 responden (65,3%), dengan minimal usia 16 tahun dan
maksimal usia 50 tahun, dengan penghasilan paling banyak kurang dari 2 juta
terbulan 35 responden (35,7%) dan memiliki status pernikah paling banyak belum
menikah 68 responden (69,4%) serta memiliki pekerjaan paling banyak sebagai
pegawai swasta 28 responden (28,6%), ggangguan mental emosional masyarakat
sebagian besar terindikasi gangguan mental sebanyak 55 responden (56,1%)
Kesimpulan : gambaran mental emosional masyarakat selama pandemi covid-19
di Desa Polobogo Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang sebagian besar 55
responden (56,1%)terindikasi gangguan mental emosional
Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti menggunakan desain
kualitatif agar lebih mendalam meneliti mengenai gangguan mental emosional