Abstract :
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu factor risiko utama gangguan
jantung, selain mengakibatkan gagal jantung hipertensi dapat mengakibatkan gagal
ginjal maupun penyakit serebrovaskuler. Berdasarkan hasil data pada RM (Rekam
Medis) pada 6 akseptor KB suntik DMPA bahwa terdapat 4 ibu akseptor DMPA
mengalami tekanan darah tinggi yaitu ? 140/90 mmHg dan 2 akseptor KB DMPA
yang setelah penggunaan tekanan darah tetap normal ? 120/80 mmHg.
Tujuan: Mengetahui hubungan lama penggunaan KB suntik Depo Medroksi
Progesteron Asetat (DMPA) dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Leyangan.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah korelasional,dan menggunakan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB
suntik DMPA di Puskesmas Leyangan yang berjumlah 122 ibu pada bulan Januari-
Juli 2018.
Hasil Penelitian: menunjukan bahwa presentase responden yang menggunakan KB
Suntik DMPA < 5 tahun sebanyak 25 akseptor (45,5%) dan > 5 tahun lebih banyak
yaitu 30 akseptor (54,5%). yang tidak mengalami hipertensi sebanyak 33 akseptor
dengan peresentase 60,0% dan yang mengalami hipertensi terdapat 22 akseptor
dengan presentase yaitu 40,0%. Berdasarkan uji Chi Square di dapat nilai P value
sebesar 0,027. Oleh karena P value = 0,027 < ? (0,05), maka Ha diterima, artinya ada
hubungan yang signifikan antara lama pemakaian KB Suntik DMPA dengan kejadian
hipertensi.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan
kontrasepso Depo Medroksi Progesteron Asetan dengan kejadian Hipertensi