Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
SARI, PUTRI AYUNI
Andayani, Ari
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2022-09-12 06:55:13
Abstract :
Latar belakang: Proses Kehamilan, Persalinan, dan Nifas merupakan proses fisiologis,
prosesnya sering ditemukan keadaan patologis yang kemudian menyebabkan
peningkatan Aki dan AKB. Angka kematian Ibu Provinsi Jateng mengalami peningkatan
dari 88,05 per 100.000 kelahiran hidup saat tahun 2018 menjadi 78,60 per 100.000
kelahiran hidup saat 2020. Perbandingan paling banyak dilihat dari seluruh Angka
kematian Ibu di kota Semarang pada tahun 2019 dengan jumlah AKI hingga 7 kasus. Data
diambil dimulai dari 3 bulan terakhir yaitu mulai dari bulan April, Mei, Juni terdapat
jumlah ibu hamil sebanyak 250 orang, bersalin 42 orang, nifas 42 orang, dan BBL 42.
Resiko tinggi pada ibu hamil selama 3 bulan terakhir sebanyak 15 orang yaitu ibu hamil
dengan KEK 10 orang, dan Hipertensi 5 orang. Jumlah ibu bersalin yang di rujuk 3 orang
dengan kasus KPD, dan 2 orang dengan kasus hipertensi, Selama bulan April sampai
dengan bulan Juni 2021 tidak ada AKI dan AKB.
Tujuan Penelitian: Melakukan asuhan kebidanan lompherenshif dengan menggunakan
pendekatan manajemen kebidanan.
Metode: metode yang digunakan yaitu Study penelaahan kasus (case study), dengan
mengambil kasus ibu hamil trisemester III asuhan di mulai tanggal 26 April 2021 samapi
tanggal 15 Mei 2021 dengan usia kehamilan 36 minggu.
Hasil : Asuhan kebidanan komprehenshif yang diberikan pada kasus Ny. L setelah
dilakukan pengkajian sampai evaluasi dari kehamilan , bersalin, nifas, dan bayi baru lahir
atau neonates sejak tanggal 26 April 2021 sampai 15 Mei 2021. Evaluasi hasil Ny. L
selama kehamilan tidak ditemukan kelainan dan komplikasi. Ny. L menjalani persalinan
dengan normal dan tidak ditemukan adanya kesenjangan. Pada asuhan masa kehamilan
ibu mengeluhkan nyeri pada bagian punggung sehingga dapat memberikan asuhan senam
ibu hamil pada trimester III. Asuhan pada bayi baru lahir Ny. L berjenis kelamin
perempuan tidak ditemukan adanya cacat bawaan serta tanda bahaya.
kesimpulan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara komprehensif hanya terdapat
satu kesenjangan antara teori dan fakta yaitu pada saat proses persalinan kala I dimana
pemeriksaan dalam tidak dilakukan sesuai dengan pada waktu teori yang ada
Kata kunci : Asuhan Kebidanan Komprehensif