Abstract :
terendah dibandingkan 9 puskesmas lain untuk pencapaian target deteksi dini kanker payudara, dimana pencapaian SADANIS hanya 78 dari 4011 jumlah WUS atau sekitar 2%, dan tercatat 1 kejadian kasus kanker payudara.
Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan WUS tentang pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) di Desa Bejaten.
Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 64 WUS usia 30-50 tahun dengan metode proportionate random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat.
Hasil: hasil penelitian dari 64 responden tingkat pengetahuan WUS tentang pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dalam kategori kurang yaitu sebanyak 27 responden (42,2%). Dilihat dari karakteristik usia, tingkat pengetahuan responden sebagian besar berpengetahuan kurang pada kelompok usia >35 tahun yaitu 19 orang (44,2%). Dari tingkat pendidikan, sebagian besar berpengetahuan kurang terdapat pada kelompok tingkat pendidikan SMA berjumlah 10 orang (41,7%). Dari status pekerjaan sebagian besar berpengetahuan cukup terdapat pada kelompok IRT sebanyak 15 orang (51,7%).
Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan WUS tentang pemeriksan payudara klinis (SADANIS) di Desa Bejaten dalam kategori kurang sebanyak 27 responden (42,2%). Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan untuk memperluas informasi tentang kanker payudara dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS).