Abstract :
Lipoma merupakan tumor jinak yang terdiri dari sel jaringan lemak, yang
bisa tumbuh dimana saja pada bagian tubuh, baik seeara subkutan maupun
submukosa. Hambatan dalam mobilitas fisik yaitu kondisi dimana seseorang tidak
kehilangan kemampuannya untuk berkativitas secara total, namun mengalami
keterbatasan atau penurunan dari aktivitas normalnya. Pada kasus lipoma pengruh
terhadap hambatan mobilitas fisik yaitu menyebabkan pergerakan persendian
menjadi terganggu. Adapun lipoma yang timbul di area persendian bisa menjadi
penghambat pergerakan dan aktivitas harian.
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan gangguan
mpbilitas fisik akibat post operasi lipoma di Desa Kertosari. Metode penelitian
deskriptif dengan memberikan pengelolaan keperawatan.
Metode yang digunakan yaitu berupa pengelolaan gangguan mobilitas
fisik dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa
keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi
keperawatan.
Pengelolaan gangguan mobilitas fisik dilakukan 3 hari dengan
menggunakan latihan mobilisasi dan ROM pada klien. Hasil pengelolaan yang
dilakukan didapatkan masalah gangguan moblilitas fisik belum teratasi dengan
data subyektif pasien mengatakan sakit pada luka operasi saat lututnya digerakan.
Sedangkan data obyektif yang terdapat luka bekas jahitan operasi, dan pasien
tampak kesakitan saat lututnya mencoba digerakan.
Saran bagi pelayanan kesehatan yaitu diharapkan instasi rumah sakit terus
dapat mengoptimalkan kualitas tenaga pelayanan kesehatan dalam memberikan
tindakan komprehensif melalui seminar dan pelatihan post lipoma.