Abstract :
pneumonia merupakan penyakit karena adanya inflamasi
ataupun pembengkakan disebabkan bakteri, virus, jamur yang menyebabkan
infeksi atau peradangan pada saluran pernafasan dan jaringan paru. Salah satu
masalah yang muncul pada pasien pneumonia adalah bersihan jalan napas tidak
efektif .
Tujuan : penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan bersihan jalan
napas tidak efektif pada anak dengan pneumonia di Desa Jatihadi kecamatan
sumber.
Metode : jenis penilaian deskriptif dengan memberikan pengelolaan berupa
perawatan pasien dengan bersihan jalan napas tidak efektif pada pneumonia.
Teknik pengambilan metode dengan convinience sampling pada salah satu
penderita pneumonia.
Hasil : pengelolaan bersihan jalan napas tidak efektif dilakukan selama 3 hari
pada An.A. teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik
wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Pasien dengan
keluhan masih sdikit sesak napas setelah pulang dari rumah sakit, RR: 30x/menit
dan terdengar ronchi.
Simpulan : pada pasien pneumonia dengan bersihan jalan napas tidak efektif jika
dilakukan posisi semi flowler, fisioterapi dada, pemberian bronkodilator dan
pemberian antibiotik maka bersihan jalan napas akan meningkat.
Saran : meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dan terhidar dari paparan
asap rokok ataupun polusi udara akan pempercepat penyembuhan anak penderita
pneumonia.